Pfizer Resmi Beberkan Hasil Uji Klinis Vaksin Baru Covid-19

Pfizer Resmi Beberkan Hasil Uji Klinis Vaksin Baru Covid-19

Pfizer Resmi Beberkan Hasil Uji Klinis Vaksin Baru Covid-19 – Industri farmasi asal Amerika Sindikat, Pfizer memublikasikan kalau mereka sudah memberikan hasil percobaan klinis tahap 2 serta 3 pemakaian vaksin Covid- 19 buat anak umur 5 sampai 11 tahun pada Tubuh Pengawas Obat serta Santapan AS( FDA).

em-phases.com Pengajuan ini dicoba sehabis industri kreator vaksin itu sudah menyelesaikan percobaan klinis vaksin yang terkini dibuatnya spesial buat anak umur 5- 11 tahun.

Baca Juga :  Uji Klinis Vaksinasi Anak Dibawah Umur

Regu percobaan klinis Pfizer mengatakan pengetesan vaksin Covid- 19 terkini mereka dicoba pada 2. 268 partisipan, dengan pemberian 2 takaran 10 mikrogram( 0, 01 miligram).

Bagi regu periset Pfizer, takarannya yang diserahkan itu sebanding dengan 30 mikrogram yang dipakai pada golongan umur 16- 25 tahun.

Bagi informasi Anadolu Ajansi, Pfizer mengatakan mereka hendak memberikan hasil penelitian dengan European Medicines Biro( EMA) serta badan semacam di semua bumi.

Tidak hanya pengetesan efektifitas vaksin Covid- 19 pada golongan umur 5- 11 tahun, Pfizer pula dikenal lagi melaksanakan uji ke golongan umur 2- 5 tahun, serta kalangan 6 bulan hingga 2 tahun.

Hasil pengetesan vaksin Covid- 19 pada golongan 6 bulan hingga umur kurang dari 5 tahun ini diperkirakan hendak dikenal pada suku tahun terakhir tahun 2021.

Industri farmasi Pfizer berkata grupnya sudah mengawali percobaan klinis dalam rasio besar buat suatu obat yang terbuat buat menghindari banyak orang terjangkit COVID- 19.

Percobaan buat obat antibiotik yang diminum ini hendak mengaitkan 2. 660 partisipan berusia yang segar serta bermukim di dalam suatu rumah bersama orang yang terkena COVID- 19.

Pfizer pula melaksanakan riset obat itu pada orang yang telah terkena COVID- 19 tetapi belum membuktikan pertanda yang sungguh- sungguh.

“ Bila berhasil, kita percaya penyembuhan ini sanggup mengakhiri virus pada langkah dini, saat sebelum virus itu berkesempatan bereproduksi lebih lanjut,” begitu di informasikan administrator objektif penting Pfizer, Dokter. Mikael Dolsten, dalam pernyataannya.

Obat berbentuk kapsul ini berupaya memblokir suatu enzim penting yang diperlukan virus buat bereproduksi. Bila sukses, akademikus berkata kapsul ini hendak efisien cuma dalam langkah awal peradangan.

Bila penyakit COVID- 19 terus menjadi akut, cara pembiakan virus itu biasanya menyudahi, serta penderita setelah itu terbawa- bawa oleh reaksi imunitas yang amat aktif.

Kepala Karyawan Ilmu Pfizer, Mikael Dolsten melaporkan, kalau percobaan klinis obat buat penangkalan keparahan terhampar Covid- 19 sudah merambah langkah menengah sampai akhir.

Beberapa industri dikala ini berusaha buat memproduksi obat antivirus yang menjiplak kegiatan obat Tamiflu buat virus influenza. Obat- obatan itu diharapkan dapat menghindari penyakit bertumbuh ke langkah yang lebih akut.

Pfizer mulai meningkatkan obat yang diberi julukan PF- 07321332 pada Maret 2020. Obat itu dicoba dengan campuran dengan ritonavir yang lazim dipakai buat penyembuhan virus HIV.

“ Kita yakin buat menanggulangi virus hendak menginginkan penindakan efisien untuk orang yang terjangkit ataupun sudah terhampar virus, memenuhi akibat yang dipunyai vaksin,” tutur Dolsten diambil dari AFP, Selasa( 28/ 9/ 2021).

Dolsten mengatakan, percobaan coba klinis itu hendak mengaitkan 2. 660 orang berusia pada beberapa ciri awal peradangan Covid- 19 ataupun kala dini terhampar.

“ Para partisipan percobaan klinis dengan cara random hendak menyambut obat PF- 07321332 serta ritonavir ataupun placebo 2 kali satu hari sepanjang 10 hari,” ucapnya.

“ Tujuannya buat menghargai keamanan serta kemujaraban obat yang tengah diawasi buat menghindari peradangan SARS- CoV- 2 serta indikasinya pada hari ke- 14,” sambungnya.

Beberapa industri obat pula tengah melaksanakan obat melawan Covid dalam wujud kapsul yang dapat diminum. Tetapi, Pfizer diucap yang dengan cara khusus mengonsep obat buat melawan virus Corona.

Konsep itu diketahui selaku“ inhibitor protease” serta sudah ditunjukkan di percobaan lab buat membatasi bagian dari virus yang dapat menggandakan diri.

Bila teruji sukses, obat itu mungkin cuma dapat disantap buat langkah dini peradangan pada penderita Covid- 19.